Tren Pekarangan yang Menurun: Yang Dihindari Para Ahli Taman

12

Pemilik rumah modern memikirkan kembali fitur halaman tradisional, karena banyak desain populer terbukti tidak praktis atau memerlukan perawatan yang tinggi. Menurut penata taman profesional, beberapa elemen yang dulunya didambakan kini tidak lagi disukai—dan untuk alasan yang bagus. Tren ini menuntut lebih banyak pemeliharaan daripada yang bersedia disediakan oleh banyak pemilik rumah, sementara alternatif lain menawarkan keindahan dan fungsionalitas.

Runtuhnya Halaman Rumput yang Luas

Impian klasik Amerika akan halaman rumput hijau yang luas mulai memudar. Mempertahankan rumput yang sempurna membutuhkan irigasi yang konstan, pemupukan, dan kewaspadaan terhadap pola cuaca, sehingga bagi banyak orang hal ini tidak berkelanjutan. Kasey Eaves dari Vivant Gardening Services menyatakan bahwa halaman rumput sering kali kurang dimanfaatkan, padahal upaya untuk menjaganya tetap murni sangatlah penting.

Sebaliknya, pemilik rumah semakin memilih penanaman yang ramah terhadap penyerbuk dan kebun yang dapat dimakan. Tempat tidur tinggi yang diisi dengan bunga potong dan sayuran memberikan pengalaman yang lebih interaktif dan bermanfaat: “Jika saya akan melakukan pekerjaan itu, maka saya ingin pekerjaan itu memberi saya makan dan mengisi vas bunga saya,” seperti yang dikatakan salah satu klien.

Penutup Tanah: Tampilan Kedaluwarsa

Meskipun terdapat beberapa manfaat, penutup tanah jarang diminta oleh klien—hanya dilepas. Laura Janney, CEO The Inspired Garden Masterclass, menjelaskan bahwa mereka cenderung membuat taman terlihat berantakan dan kuno. Yang lebih penting lagi, mereka bersaing dengan tanaman di sekitarnya untuk mendapatkan sumber daya dan bahkan dapat menarik hama yang tidak diinginkan.

Janney merekomendasikan pendekatan yang lebih sederhana: “Tidak setiap inci perlu ditanami.” Mulsa adalah alternatif yang sangat baik untuk mempertahankan kelembapan dan menekan gulma, sementara tanaman keras dan semak yang ditempatkan dengan hati-hati menciptakan estetika yang lebih disengaja dan tidak berantakan.

Kebun Sayur Dalam Tanah: Sebuah Langkah Mundur

Meskipun kebun sayur sangat populer, menanam di tanah bukan lagi praktik terbaik. Bedengan yang ditinggikan menawarkan drainase yang lebih baik, lebih sedikit hama, dan akses yang lebih mudah untuk perawatan. Estetikanya juga menarik, karena memberikan tampilan yang lebih bersih dan terorganisir.

Taman Vertikal: Lebih Banyak Masalah Daripada Nilainya

Taman vertikal dulunya dianggap trendi, namun ketidakpraktisannya kini diakui secara luas. Air terkuras dengan cepat dari struktur ini, sehingga hidrasi yang konsisten menjadi suatu tantangan. Bahkan dengan solusi khusus, penyiraman secara sering—terkadang beberapa kali sehari—sering kali diperlukan.

Fitur Air: Kecantikan Perawatan Tinggi

Air mancur dan kolam secara visual menarik, namun membutuhkan perawatan yang sebanding dengan kolam renang. Meskipun otomatisasi sering kali diinginkan, sebagian besar fitur air memerlukan perawatan langsung secara rutin untuk mencegah penumpukan alga dan menjaga kualitas air.

Lansekap Terawat: Peninggalan Masa Lalu

Kayu boxwood yang berbentuk sempurna dan taman yang berstruktur kaku terlihat indah dalam drama kuno seperti Bridgerton, tetapi tidak realistis untuk gaya hidup modern. Laura Janney mencatat gaya-gaya ini terasa kaku, tak kenal ampun, dan tidak lagi sejalan dengan nilai-nilai saat ini.

Merangkul lanskap yang lebih lembut adalah pendekatan yang lebih baik: lapisan semak dan tanaman keras dengan ketinggian, waktu mekar, dan tekstur yang bervariasi dalam pola yang longgar dan alami. Pilih tanaman yang sesuai dengan iklim Anda untuk memastikan kesuksesan jangka panjang dengan sedikit usaha.


Pergeseran ini mencerminkan tren yang lebih luas menuju berkebun yang berkelanjutan dan rendah pemeliharaan. Pemilik rumah kini memprioritaskan fungsionalitas dan kemudahan perawatan dibandingkan simbol status yang sudah ketinggalan zaman, menjadikan fitur pekarangan yang dulu populer ini semakin ketinggalan zaman.