Hindari Penyesalan Sofa: Desainer Mengungkapkan Warna yang Tidak Tahan Lama

7

Desainer interior mengingatkan bahwa pemilihan warna sofa yang salah dapat menimbulkan penyesalan jangka panjang. Sofa adalah investasi yang signifikan, dan tidak seperti barang dekorasi yang lebih kecil, sofa tidak mudah ditukar. Inilah yang menurut para profesional harus dihindari—dan apa yang harus dipilih.

Warna yang Menurut Desainer Paling Disesalkan Orang

Putih: Meskipun tampak elegan, sofa putih terkenal dengan perawatannya yang tinggi. Desainer seperti Ashleigh Clark dari Ashleigh Clark Interior Design Group mencatat bahwa mereka mudah ternoda, terutama di rumah yang sibuk dengan anak-anak, hewan peliharaan, atau tamu yang sering datang. Susie Novak, pendiri Susie Novak Interiors, menambahkan bahwa sofa berwarna putih seringkali menimbulkan kecemasan karena rentan terhadap remah dan tumpahan.

Hitam: Anehnya, sofa hitam juga memiliki kekurangan. Clark menjelaskan bahwa warna hitam cenderung menunjukkan serat, memudar, dan lebih menonjol dibandingkan warna yang lebih terang. Jennifer McKissick, pendiri Desain Interior Jennifer McKissick, menunjukkan bahwa bulu hewan peliharaan terutama terlihat pada kain hitam.

Warna Trending: Desainer berhati-hati agar tidak membeli sofa dengan warna yang sedang “panas”. Tren memudar dengan cepat, meninggalkan Anda dengan karya yang ketinggalan jaman dalam waktu lama. Meskipun warna kuning dan hijau sedang populer akhir-akhir ini, Novak memperingatkan bahwa warna tersebut akan sulit untuk dibuat menjadi skema desain yang kohesif jika Anda tidak memiliki minat yang kuat terhadap warna. McKissick menyarankan untuk tidak menggunakan sofa berwarna merah muda, merah, atau oranye karena alasan serupa.

Sekarang Para Desainer Warna Merekomendasikan

Alih-alih mengejar tren sekilas, desainer lebih memilih warna yang lebih gelap, hangat, dan bersahaja. Novak lebih menyukai beludru tembaga dan linen nila, karena kain yang lebih gelap menyembunyikan noda dan lebih baik dipakai.

Pilihan bagus lainnya termasuk warna biru kalem, zaitun, dan tanah liat. Clark menekankan bahwa kedalaman dan kelembutan adalah kunci untuk memastikan sofa terasa abadi dan tidak trendi.

Untuk pendekatan yang lebih halus, pertimbangkan warna netral yang hangat seperti unta, kelabu tua, atau jamur. Nuansa ini serbaguna, menua dengan anggun, dan memungkinkan dekorasi Anda berkembang tanpa perlu penggantian.

“Kuncinya adalah memilih warna yang mendalam dan lembut sehingga warnanya terasa bertahan lama, bukan berdasarkan tren,” kata Ashleigh Clark.

Pada akhirnya, memilih warna sofa yang tepat bergantung pada kepraktisan dan umur panjang. Prioritaskan warna yang menyembunyikan ketidaksempurnaan dan melengkapi ruangan Anda daripada mengejar tren sekilas.