Hindari 6 Kombinasi Warna Ini, Kata Desainer

18

Desainer interior telah mengidentifikasi enam kombinasi warna yang dapat dengan cepat membuat ruangan terlihat kuno atau tidak menarik. Meskipun pilihan warna yang berani bisa efektif, beberapa kombinasi selalu gagal, kurang hangat, mendalam, atau abadi. Inilah yang harus dihindari—dan apa yang sebaiknya digunakan.

Hitam Putih: Klasik Berisiko

Hitam dan putih adalah hal pokok dalam desain, namun penggunaan berlebihan dapat menciptakan ruangan yang dingin dan datar secara visual. Desainer Audrey Scheck memperingatkan bahwa terlalu banyak warna hitam dan putih dapat terasa kasar, terutama pada interior minimalis. Kuncinya adalah keseimbangan: gabungkan warna netral lembut dan warna hangat untuk mencegah tampilan steril.

Abu-abu dan Putih: Steril Tanpa Kontras

Abu-abu dan putih, seperti hitam dan putih, bisa menjadi datar jika tidak dijalankan dengan hati-hati. Scheck mencatat bahwa tanpa kontras atau kehangatan, kombinasi ini dapat membuat ruangan terasa tidak bersemangat dan tidak bernyawa. Solusinya? Gunakan warna netral yang lebih kaya dan hangat daripada hanya mengandalkan warna abu-abu dingin.

Coklat dan Merah: Kombinasi Luar Biasa

Memasangkan warna coklat dan merah adalah langkah berisiko lainnya. Keduanya merupakan warna dominan yang dapat dengan mudah memenuhi ruangan jika digunakan secara bersamaan. Scheck menyarankan untuk menggunakan satu per satu: merah sebagai warna aksen dan coklat dengan corak yang lebih lembut dan kalem.

Abu-abu dan Kuning: Tren Kuno

Desainer Michelle Gage mengidentifikasi abu-abu dan kuning sebagai kombinasi kuno. “Rasanya seperti tahun 2014,” katanya, menekankan pentingnya menghindari tren yang mencerminkan era tertentu. Keabadian adalah kuncinya: pilih warna yang tidak akan langsung terasa ketinggalan jaman.

Merah Muda dan Abu-abu/Hitam: Terlalu Harafiah dan Remaja

Konsultan warna Katie Webster menyebut warna merah jambu dan abu-abu sebagai kombinasi yang sempat populer di awal tahun 2010-an, namun kini terasa “terlalu literal dan kekanak-kanakan”. Merah muda dan hitam juga sudah ketinggalan zaman, membangkitkan estetika kamar remaja dari pertengahan tahun 2000-an. Kedua pasangan telah melewati masa puncaknya, jadi yang terbaik adalah melanjutkan.

Kesimpulannya

Menghindari kombinasi warna tersebut bukan berarti mengorbankan gaya. Kuncinya adalah keseimbangan, kehangatan, dan keabadian. Desainer menyarankan untuk fokus pada warna netral yang lebih kaya, aksen strategis, dan menghindari tren yang terasa terlalu terikat pada momen tertentu. Tujuannya adalah untuk menciptakan ruang yang terasa menarik dan menarik secara visual—tidak terjebak di masa lalu.