Seni Aroma Halus dalam Desain Interior

11

Desain interior yang paling sukses bukan hanya tentang bagaimana sebuah ruangan terlihat ; itu tentang bagaimana rasanya. Para profesional secara konsisten menyoroti aroma sebagai elemen penting namun sering diabaikan. Wewangian yang tepat dapat mengubah suatu ruangan, menciptakan kehangatan dan sambutan, sementara aroma yang terlalu kuat atau buatan dapat merusak keseluruhan efeknya. Ini bukan tentang menutupi bau, tetapi tentang dengan sengaja memberikan aroma halus yang meningkatkan pengalaman keseluruhan.

Waktu adalah Segalanya: Aroma sebagai Sentuhan Akhir

Desainer tidak mempertimbangkan wewangian sampai akhir proyek, setelah furnitur, dekorasi, dan pencahayaan selesai. Jacqueline Goncalves dari Moksa Studio menjelaskan bahwa dia menunggu hingga elemen ruangan yang ada memandu pemilihan aroma. Pendekatan ini memastikan wewangian terasa menyatu dengan ruangan, bukan sekedar renungan.

Dia menekankan nada alami dan herbal dibandingkan parfum sintetis atau terlalu manis, bertujuan untuk memberikan kesan membumi dan ramah. Hal ini karena aroma berinteraksi dengan material ruangan dan suasana keseluruhan, dan harus melengkapi elemen-elemen tersebut, bukan berbenturan dengannya.

Menghindari Kesalahan Umum pada Aroma

Kesalahan terbesar adalah memilih wewangian yang terlalu kuat atau buatan. Aroma yang menyengat dapat membuat ruangan terasa pengap dan tidak nyaman, meskipun didekorasi dengan indah. Jika suatu ruangan sudah berbau menyengat, langkah pertama yang harus dilakukan adalah menghilangkan sumbernya seluruhnya.

Tujuannya bukan agar tamu mengidentifikasi aroma tertentu—tetapi agar mereka sekadar menyadari bahwa ruangan berbau harum. Kehalusan adalah kuncinya. Wewangian yang paling efektif menyatu dengan latar belakang, mempercantik dan tidak mendominasi ruangan.

Kekuatan Bahan Alami

Desainer juga memanfaatkan bahan-bahan alami seperti kayu, kulit, dan linen, yang secara halus mengeluarkan aroma seiring waktu, menciptakan kesan lebih lembut dan lebih “hidup” dibandingkan pilihan sintetis. Bunga segar dan herba berkontribusi terhadap efek ini, memberikan aroma yang bersih dan alami tanpa perlu pengaplikasian ulang terus-menerus. Elemen-elemen ini juga menambah kehangatan visual, membuat ruangan lebih menarik.

Melapisi untuk Kedalaman, Bukan Dominasi

Daripada mengandalkan satu produk saja, lebih baik melapisi aroma di seluruh ruangan. Ceci Tucker dari Wilde Folk Studio menggabungkan wewangian di berbagai tingkatan, mulai dari produk pembersih, sabun tangan, hingga semprotan ruangan, menciptakan elemen latar belakang yang membumi. Tujuannya adalah untuk mempercantik ruangan tanpa menarik perhatian pada wewangian itu sendiri.

Dengan semakin tersedianya pilihan produk yang tidak beracun, memasukkan wewangian yang disengaja menjadi lebih mudah dari sebelumnya. Desainer kini memprioritaskan lilin alami (kedelai, lilin lebah, kelapa) dan minyak esensial dengan sumbu kapas atau kayu.

Aroma Ideal: Hampir Tidak Terlihat

Pada akhirnya, ruangan dengan wangi terbaik tidak meneriakkan ‘wewangian’. Baunya bersih, hangat, dan halus. Para desainer setuju bahwa ruangan yang beraroma harum terasa ramah dan mengundang tanpa berlebihan. Kuncinya adalah memprioritaskan sumber-sumber alami, melapisi wewangian secara strategis, dan menghindari apa pun yang terlalu mencolok.

Wewangian yang paling efektif adalah wewangian yang hampir tidak Anda sadari, namun berkontribusi pada rasa nyaman dan sejahtera secara keseluruhan.