Longsoran salju merupakan salah satu bencana alam yang paling menakutkan, yang mampu melenyapkan seluruh komunitas tanpa peringatan apa pun. Meskipun sering dikaitkan dengan risiko rekreasi di daerah pegunungan, kekuatan destruktif sebenarnya terletak pada peristiwa bencana yang terjadi secara tiba-tiba dan telah merenggut ribuan nyawa. Artikel ini merinci beberapa longsoran salju paling mematikan dalam sejarah, menyoroti dampaknya dan kondisi yang menyebabkan kehancuran tersebut.
Bencana Huascarán: Tragedi Peru yang Tak Tertandingi
Longsoran salju paling dahsyat yang pernah tercatat terjadi di Peru pada tanggal 31 Mei 1970. Gempa bumi dahsyat memicu longsoran es dan batu besar-besaran dari Gunung Huascarán, melepaskan dinding salju dan puing-puing yang mengubur kota Yungay. Perkiraan berkisar antara 15.000 dan 25.000 korban jiwa, menjadikannya longsoran salju paling mematikan dalam sejarah.
Peristiwa ini menonjol bukan hanya karena skalanya namun juga karena kerentanan penduduknya. Yungay terletak di zona berisiko tinggi dengan infrastruktur atau sistem peringatan yang terbatas. Bencana ini menggarisbawahi bagaimana ketidakstabilan geologi dan pemukiman manusia dapat menciptakan kondisi kerugian yang tidak terbayangkan.
Longsoran Paling Mematikan di AS: Bencana Kereta Api di Negara Bagian Washington
Longsoran salju paling mematikan dalam sejarah AS terjadi di dekat Stevens Pass, negara bagian Washington. Saat terjadi badai hebat, dua kereta terdampar ketika longsoran salju menyapu gerbong ke dalam jurang. Sebanyak 96 orang tewas dalam peristiwa ini, yang menggambarkan betapa sistem transportasi modern pun rentan terhadap kekuatan alam.
Insiden ini menyoroti bahaya infrastruktur kereta api di daerah rawan longsor, dan perlunya strategi pemantauan dan mitigasi yang kuat.
Tragedi Pegunungan Alpen Eropa: Longsoran Blons
Di Austria, serangkaian longsoran salju melanda desa Blons setelah hujan salju lebat. Longsoran tersebut mengubur rumah-rumah dan merenggut nyawa 57 penduduk, menjadikannya salah satu bencana pegunungan paling mematikan di Eropa.
Peristiwa ini menggarisbawahi bahwa bahkan di negara-negara maju dengan pemantauan cuaca yang canggih, kondisi yang tidak dapat diprediksi dapat membebani upaya perlindungan. Kasus ini menimbulkan pertanyaan mengenai keberlanjutan jangka panjang pemukiman di wilayah pegunungan yang berisiko tinggi.
Mengapa Peristiwa Ini Penting
Bencana-bencana ini bukanlah kejadian yang terisolasi. Bencana-bencana tersebut mewakili pola kehancuran yang berulang di wilayah pegunungan di seluruh dunia. Longsoran sering kali dianggap remeh sebagai bencana alam, namun potensi terjadinya korban jiwa dalam jumlah besar tidak dapat disangkal. Meningkatnya frekuensi kejadian cuaca ekstrem akibat perubahan iklim dapat semakin meningkatkan risiko ini di masa depan.
Peristiwa-peristiwa ini menjadi pengingat akan kekuatan alam, dan pentingnya kesiapsiagaan bencana secara proaktif, terutama di komunitas rentan.

































