Dekorasi Rumah Berlebihan: Desainer Mengungkapkan Apa yang Hilang Percikannya

24
Dekorasi Rumah Berlebihan: Desainer Mengungkapkan Apa yang Hilang Percikannya

Desainer interior melihat tren datang dan pergi, dan beberapa elemen dekoratif menjadi begitu ada di mana-mana sehingga kehilangan pengaruhnya. Para desainer semakin menolak aksesori yang basi dan terlalu sering digunakan yang membanjiri pasar. Benang merahnya? Keaslian itu penting —barang-barang umum yang diproduksi secara massal akan membuat ruangan menjadi lebih murah dibandingkan menjadikannya lebih mewah.

Kelelahan Tanaman Tiruan

Tanaman palsu sering menjadi penyebab penyakit ini. Meskipun terdapat kemajuan dalam realisme, sebagian besar desainer lebih menyukai hal yang nyata. Rebecca Staub dari Beck Haus Interiors menekankan bahwa “tanaman hidup menambah energi dan keaslian yang tidak dapat digantikan oleh versi palsu.” Mengapa ini penting: Tren ke arah desain biofilik (menggabungkan unsur-unsur alami) membuat kesan buatan semakin mencolok. Jika Anda kesulitan dalam merawat tanaman, pilihlah spesies yang perawatannya rendah daripada plastik tiruan.

Masalah Dekorasi Pengisi

Mangkuk hias berisi lumut, bola kaca, atau bahan pengisi umum lainnya adalah sentuhan kuno lainnya. Staub menunjukkan bahwa “ketika sesuatu ada semata-mata sebagai pengisi, maka ia cenderung gagal.” Barang-barang ini tidak memiliki substansi dan tidak memberikan kontribusi berarti terhadap estetika ruangan. Sebaliknya: Fokus pada objek yang memicu percakapan, memiliki hubungan pribadi, atau memiliki tujuan praktis.

Lewati Manik-manik Dekoratif

Alicia Hassen dari Alicia Roche Interiors menyarankan untuk tidak menggunakan manik-manik dekoratif pada permukaan seperti meja kopi atau mantel. Efeknya kuno dan tidak menginspirasi. Pendekatan yang lebih baik: Lapisi tekstur dan bahan dengan benda seperti wadah batu atau marmer, atau benda kaca dan logam, yang menambah kedalaman dan kepribadian.

Sisi Buruk Mengejar Tren

Dekorasi yang terlalu trendi dan didorong oleh influencer juga tidak lagi disukai. Staub berpendapat bahwa barang yang diproduksi secara massal tidak memiliki cerita pribadi. “Saat dekorasi diproduksi secara massal dan didorong oleh tren, cerita itu akan hilang.” Solusinya: Belanja barang bekas, dukung artis lokal, atau pilih barang yang benar-benar mencerminkan gaya Anda.

Karya Seni yang Diproduksi Secara Massal Terasa Kosong

Mirip dengan aksen trendi, karya seni yang diproduksi secara massal tidak memiliki jiwa. Audrey Scheck dari Audrey Scheck Design menganjurkan untuk membangun koleksi yang bermakna. “Dikumpulkan dengan cermat dari waktu ke waktu, karya-karya ini menambah karakter, menceritakan sebuah kisah, dan membantu rumah terasa berlapis, pribadi, dan bermakna.” Di mana menemukan karya unik: Seniman lokal, toko barang antik, dan toko poster antik.

Hindari Jebakan “Cocok-Cocok”.

Meskipun kohesi itu penting, para desainer memperingatkan terhadap ruang yang terlalu terkoordinasi. Scheck mendorong pencampuran pola dan tekstur untuk tampilan yang lebih dinamis. Intinya: Variasi yang bijaksana menciptakan kesan berlapis dan hidup yang tidak dapat ditiru oleh pencocokan umum.

Pada akhirnya, kunci dari desain yang baik adalah kesengajaan. Hindari hal-hal yang berlebihan, dan pilihlah ruang yang terasa autentik sebagai Anda. Para desainer sepakat bahwa sebuah rumah harus lebih dari sekadar menampilkan tren—rumah harus mencerminkan kepribadian, sejarah, dan makna.