Tren Meja Dapur Mendominasi Desain di Tahun 2026

17

Dapur sering kali menjadi jantung rumah, dan meja merupakan fitur desain utama. Menjelang tahun 2026, beberapa tren baru akan mengubah estetika dan fungsionalitas dapur. Desainer beralih dari gaya seragam ke permukaan yang lebih alami, berani, dan bertekstur. Berikut rincian tampilan utama yang akan menentukan desain dapur di tahun mendatang.

Kembalinya Batu Alam

Meja batu alam mengalami kebangkitan popularitas. Desainer seperti Julia Newman menekankan bahwa tidak ada yang menandingi keindahan unik dan daya tahan batu asli —terutama marmer dan kuarsit. Daya tariknya terletak pada pemilihan lempengan dengan pola dan warna berbeda, menciptakan titik fokus yang berkembang pada setiap tampilan.

Tren ini menandakan peralihan dari keseragaman yang diproduksi secara massal menuju desain individual. Variasi yang melekat pada batu berarti tidak ada dua dapur yang terlihat persis sama, memuaskan pemilik rumah yang mencari karakter dan kemewahan.

Meja Batu Gelap: Pergeseran Palet Warna

Dapur serba putih memudar karena pemilik rumah dan desainer memilih pilihan warna yang lebih berani. Meja batu gelap—termasuk marmer, kuarsit, dan batu sabun—mendapatkan daya tarik karena kemampuannya menambah kedalaman dan kecanggihan. Kelsey McGregor mencatat bahwa warna abu-abu dingin menawarkan pilihan transisi bagi mereka yang ragu dengan warna hitam pekat, namun tetap melepaskan diri dari estetika putih yang mencolok.

Tren ini mencerminkan pergeseran yang lebih luas dalam desain interior menuju ruang yang lebih moody dan imersif. Meja dapur yang lebih gelap menciptakan efek membumi, melengkapi berbagai gaya lemari dan menambahkan sentuhan drama.

Warna Merah dan Burgundy: Warna “It” yang Baru

Bagi mereka yang mencari kesan lebih berani, meja dapur berwarna merah dan merah anggur sedang menjadi tren yang menonjol. Marmer Calacatta viola sangat populer, meskipun desainer menyarankan perawatan yang tepat (atau perawatan pelindung seperti TuffSkin) untuk menjaga keindahannya.

Pilihan ini menghadirkan kehangatan dan semangat ke dalam dapur, bertindak sebagai kontras yang mencolok dengan lemari netral. Ini adalah langkah yang lebih berisiko dibandingkan warna abu-abu atau hitam, namun dapat meningkatkan ruang dengan kepribadian.

Meja Berkulit: Kombinasi Tekstur dan Daya Tahan

Meja kuarsit berlapis kulit mendapatkan perhatian karena hasil akhir matte uniknya, menyerupai tekstur kulit. Gaya ini menarik bagi pemilik rumah yang mengutamakan kepraktisan, karena permukaannya menyembunyikan noda dan keausan lebih efektif dibandingkan alternatif yang dipoles.

Munculnya lapisan akhir berbahan kulit menunjukkan keinginan akan permukaan taktil yang memadukan estetika dan fungsionalitas. Ini adalah pilihan perawatan rendah yang tetap terasa mewah dan modern.

Desain Patung: Memikirkan Kembali Ketebalan Pelat

Selain material, desainer juga bereksperimen dengan bentuk meja. Jill Litner Kaplan menyoroti tren penggunaan ketebalan pelat yang bervariasi, menciptakan efek pahatan pada pulau dan perimeter dapur. Pendekatan ini memperkenalkan ketertarikan visual dan melepaskan diri dari keseragaman tradisional.

Desain pahatan menekankan bahwa meja bukan hanya permukaan tetapi juga elemen desain integral yang dapat meningkatkan estetika keseluruhan. Mereka mewakili kesediaan untuk mendobrak batasan dan menciptakan tata ruang dapur yang benar-benar unik.

Kesimpulannya, tren meja dapur pada tahun 2026 lebih menyukai bahan alami, warna berani, sentuhan akhir bertekstur, dan bentuk pahatan. Pergeseran ini mencerminkan gerakan yang lebih luas menuju desain individual dan berkualitas tinggi yang memprioritaskan estetika dan kepraktisan. Pemilik rumah dan desainer kemungkinan besar akan mengikuti tren ini untuk menciptakan dapur yang fungsional dan mencolok secara visual.