Empat Fitur Ruang Tamu Kedaluwarsa yang Disarankan Desainer untuk Dihindari

6

Ruang tamu modern dimaksudkan untuk berkumpul, bersantai, dan hidup—bukan untuk menjadi ruang pamer. Desainer interior semakin vokal tentang fitur-fitur yang langsung mengencani suatu ruangan, dan pilihan-pilihan ini sering kali menghambat kegunaan ruangan itu sendiri. Berikut rincian empat tren yang menurut para profesional tidak lagi disukai, dan alasannya.

Mantel Perapian Besar

Perapian yang besar dan megah kini menjadi tidak praktis. Pergeseran ini didorong oleh cara orang menggunakan ruang keluarga mereka: misalnya, menonton TV. Susie Novak, pendiri Susie Novak Interiors, menyatakan bahwa memasang televisi di atas perapian kini menjadi hal yang biasa. Mantel besar menghalangi layar atau memerlukan penempatan yang tidak tepat.

Solusinya? Pilihlah mantel yang lebih ramping dan pendek yang tidak bersaing dengan TV. Sebagai alternatif, gunakan perapian dekoratif (berfungsi atau tidak) semata-mata untuk daya tarik estetika. Lilin, karya seni, atau bahkan permukaan yang bersih dapat menambah kepribadian tanpa berlebihan.

Karpet Mahal

Era ruang keluarga yang tidak dapat disentuh telah berakhir. Para desainer kini mendorong pemilihan lantai yang terjangkau dibandingkan prestise. Novak menyarankan bahwa jika rasa takut merusak permadani mahal menghalangi Anda untuk menggunakan ruangan sepenuhnya, inilah saatnya untuk perubahan.

Hal ini terutama berlaku di rumah dengan anak-anak, hewan peliharaan, atau tamu yang sering datang. Tumpahan anggur, kaki berlumpur, dan kerusakan umum sering terjadi. Karpet yang tahan lama dan dapat dicuci adalah investasi yang lebih baik karena memungkinkan ruang untuk dihuni. Pasar menawarkan banyak pilihan gaya dan praktis.

Set Furnitur yang Cocok

Perangkat furnitur yang terkoordinasi memberi jalan pada perpaduan yang terkurasi dan eklektik. Desainer seperti Paige Dick (Paige Designs) dan Parul Ghei (Studio Jai) menekankan bahwa individualitas ada di dalamnya. Meja samping dan meja kopi yang identik menciptakan tampilan yang steril dan dapat diprediksi.

Sebaliknya, padukan tekstur, bahan, dan gaya. Hindari jebakan “sofa tiga potong”: pendekatan yang lebih menarik adalah dengan menggabungkan pilihan tempat duduk yang berbeda. Tujuannya adalah estetika yang berlapis dan terkumpul, bukan hasil terpadu yang segar di ruang pamer. Membeli dari toko dan butik vintage akan menghasilkan tampilan unik yang mencerminkan gaya pribadi.

Karpet dari Dinding ke Dinding

Karpet yang menempel di dinding sudah ketinggalan jaman dan tidak praktis. Dick menjelaskan bahwa karpet mudah rusak, memerangkap kotoran, dan sulit dibersihkan—terutama di area dengan lalu lintas tinggi.

Lantai kayu keras yang dipadukan dengan permadani adalah pilihan yang lebih bersih dan serbaguna. Jika Anda terjebak dengan karpet (seperti di persewaan), menutupinya dengan permadani dapat memberikan solusi sementara. Permadani dapat dipindahkan ke rumah Anda berikutnya, menjadikannya investasi cerdas dan jangka panjang.

Rumah modern harus mengutamakan kegunaan dan kepribadian daripada formalitas. Tren ketinggalan jaman ini sering kali mengorbankan fungsi demi estetika buatan.